Membran RO Pengolahan Gas
Membran RO Pengolahan Gas umum kita dapati pada rangkaian mesin pengolahan air untuk kebutuhan penambangan gas alam. Umumnya gas alam berguna untuk pasokan listrik pada suatu fasilitas pembangkit listrik baik milik negara atau swasta. Fasilitas pembangkit seperti ini umumnya memerlukan cooling tower yang melibatkan penggunaan air murni.
Tujuan dari penggunaan air murni tersebut untuk meminimalkan kandungan ion dan juga konduktivitas pada air yang berasal dari logam di dalamnya. Air baku umumnya mengandung logam dengan masing-masing kandungan ion positif dan ion negatif, yang berbahaya jika berkaitan dengan pembangkitan listrik. Oleh karenanya, keberadaan air murni memegang peranan penting pada fasilitas pembangkit seperti ini.
Pasokan air murni tentunya tidak bisa jika mengandalkan pengadaan khusus untuk air murni yang berasal dari pabrik lain. Umumnya pembangkit memiliki sistem tersendiri yang mampu mendukung dan memenuhi kebutuhan air murni. Mesin RO menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air tersebut dengan sumber air baku yang ada.
Membran RO Pengolahan Gas
Membran RO Pengolahan Gas merupakan komponen penting pada pengolahan air pada fasilitas pengolahan gas yang umumnya berguna sebagai pembangkit listrik. Peranan membran ini memegang peranan krusial karena kemurnian air dari adanya sedimen logam berat dalam air berada pada performa membran. Hal ini juga merupakan hal yang sangat krusial pada fasilitas lain seperti pembangkit listrik tenaga nuklir yang bahkan harus melibatkan media khusus berupa resin kation anion.
Penggunaan media tambahan tersebut bertujuan agar air hasil pengolahan tidak menyisakan adanya kandungan unsur yang memiliki konduktivitas. Pengolahan air menggunakan mesin RO umumnya memiliki hasil yang masih berkisar antara 98-99% tingkat rejeksi. Dengan demikian masih ada beberapa kandungan yang memiliki nilai konduktivitas dan memiliki kemungkinan untuk menghantarkan listrik.
Umumnya pada sistem ini, membran RO yang lebih efektif adalah membran dengan jenis high pressure dan juga high rejection. Meski demikian, pemilihan membran tetap akan terpengaruh oleh kondisi air baku yang mungkin saja memiliki kategori air laut. Hal ini juga dapat kita dapati pada beberapa kondisi fasilitas yang mungkin juga berada di lepas pantai.