Mitra Water

Solusi Kebutuhan dan Perawatan Air Anda

Membranium SWRO KM8040C2M1 High

Membranium SWRO KM8040C2M1 High bisa menjadi pilihan Anda untuk pengolahan air laut dengan konsentrasi TDS tinggi hingga 45 g/l.

Untuk pemesanan produk silakan klik di sini.

Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut mengenai membran air laut lainnya silakan klik di sini.

Membranium SWRO KM8040C2M1 High

Membranium SWRO KM8040C2M1 High adalah tipe membran untuk pengolahan air laut menjadi air tawar dengan kapasitas 7.600 GPD. Seperti tipe sebelumnya, membran ini mengusung fitur high resistance terhadap air laut dengan kondisi TDS hingga 45 g/l. Dengan rejection rate paling tinggi, yaitu 99,80% sebagaimana tertera pada informasi produk.

Namun perlu pengguna pahami, bahwa angka tersebut merupakan angka pengujian di bawah kontrol dari beberapa sisi. Kontrol tersebut berguna untuk memberi wawasan kepada pengguna akan performa optimal dari membran dalam menghadapi kondisi lapangan. Ada beberapa aspek seperti suhu, tekanan, unsur dan juga rasio hasil dan buangan yang mempengaruhi hasil tes.

Pada tes yang ada, membran ini mampu mencapai rejection rate 99,80% jika suhu berada angka 25 derajat Celsius dengan tekanan 55 bar. Lalu, air baku memiliki kondisi larutan garam dengan konsentrasi 32 g/l atau setara dengan 32.000 ppm, di mana umumnya air laut berada pada 30.000 ppm. Kemudian mesin bekerja selama 2 hari berturut-turut dengan recovery rate sebesar 10%.

Membranium SWRO KM8040C2M1 High

Membranium SWRO KM8040C2M1 High bisa menjadi pilihan bagi pengguna untuk memenuhi kebutuhan pengolahan air laut menggunakan mesin RO. Dengan menggunakan data uji performa sebelumnya, jika menggunakan acuan air baku 32.000 ppm, maka air hasil berada pada angka 64 ppm saja. Tentu dengan kadar tersebut air laut sudah layak untuk bisa menjadi air minum, terutama pada lokasi pemasangan seperti di kapal.

Akan tetapi, jika memang pemasangan berada pada kapal maka perlu pertimbangan perairan yang memiliki kadar TDS lebih tinggi. Praktisnya, jangan sampai menggunakan mesin tatkala kapal melewati daerah dengan kadar TDS tinggi. Oleh karenanya, optimalisasi produksi bisa pengguna lakukan saat kapal berada pada perairan dengan TDS yang masih bisa terjangkau oleh mesin.

Sebagai contoh saja, ada beberapa perairan seperti pada perairan Mediterania, yang memiliki kadar garam hingga angka 38 g/l. Maka bisa kita atur saat melewati perairan tersebut jangan ada aktivitas produksi air bersih, agar mesin dapat berjalan normal. Selain itu, pertimbangan lain adalah kondisi air laut yang mungkin mengandung lumpur.

Translate »
error: Content is protected !!