Mitra Water

Solusi Kebutuhan dan Perawatan Air Anda

Filter Air Osmosis Terbalik

Filter Air Osmosis Terbalik merupakan jenis sistem penyaringan air yang menggunakan teknik reverse osmosis, lebih terkenal dengan istilah RO.

Untuk pemesanan produk silakan klik di sini.

Untuk info dan pertanyaan lainnya silakan klik di sini.

Filter Air Osmosis Terbalik

Filter Air Osmosis Terbalik merupakan jenis sistem penyaringan air yang menggunakan teknik reverse osmosis, lebih terkenal dengan istilah RO. Mesin penyaringan air yang menggunakan teknik ini dapat mengolah air tidak layak minum menjadi layak minum. Bahkan dengan sistem ini, kita dapat mengolah air laut yang asin menjadi tawar dengan sistem yang sederhana.

Pengolahan menggunakan teknik RO sangat bergantung dengan dua komponen utama yaitu, membran RO dan pompa bertekanan. Membran RO merupakan media utama yang memiliki kerapatan pori hingga 0,0005 micron yang bahkan lebih kecil dari senyawa terkecil. Ukuran pori membran RO yang kecil tersebut yang berfungsi sebagai penyaring sedimen terlarut dalam air.

Selain membran, pompa bertekanan juga memiliki peran penting karena proses osmosis terbalik hanya akan terjadi dengan tekanan tertentu. Meski, umumnya untuk menghasilkan air dengan penurunan kadar TDS yang cukup signifikan butuh tekanan tinggi, beberapa membran bisa bekerja dengan tekanan rendah. Membran RO bekerja dengan tekanan tertentu yang sesuai dengan karakteristik air sesuai kebutuhan dan jenis air baku.

Filter Air Osmosis Terbalik

Filter Air Osmosis Terbalik melibatkan media filter berupa membran RO yang terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan jenis air baku. Air baku umumnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu air tawar, air payau dan air laut, terutama jika kita tinjau dari sisi kandungan garam. Kandungan garam membedakan daya tahan membran terhadapnya, sehingga tentu jenis air baku akan mempengaruhi jenis membran RO.

Membran RO air tawar untuk mesin RO rumah tangga, umumnya memiliki ketahanan maksimal hingga 600 ppm dan untuk skala industri maksimal 1000 ppm. Adapun membran air payau memiliki ketahanan dari 1000 – 3000 ppm saat beroperasi. Dan untuk jenis membran air laut maka ketahanan yang dimiliki umumnya hingga 40.000 ppm.

Ketahanan membran ini menunjukkan kemampuan membran dalam mengolah air dengan kadar kandungan sedimen terlarut tertentu. Artinya, jika membran dengan jenis air tawar kita aplikasikan pada air baku jenis air payau, maka membran akan cepat tersumbat. Begitu pula jika membran air payau kita gunakan untuk mengolah air laut, maka membran juga akan cepat tersumbat.

Translate »
error: Content is protected !!