Mitra Water

Solusi Kebutuhan dan Perawatan Air Anda

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15 adalah jenis vertical centrifugal pump dengan kapasitas besar untuk pengolahan air dan distribusi air.

Untuk pemesanan produk silakan di sini.

Untuk informasi dan pertanyaan lainnya silakan klik di sini.

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15 adalah jenis vertical centrifugal pump dengan kapasitas besar untuk kebutuhan pengolahan air dan distribusi air. Jenis pompa sentrifugal merupakan pompa yang memiliki daya dorong lebih besar, terlebih jenis multistage. Berbeda dengan pompa sentrifugal pada umumnya, jenis multistage ini terdiri dari beberapa bagian sentrifugal dalam satu chamber.

Hal ini yang menjadikan daya dorong pompa ini jauh lebih besar jika kita bandingkan dengan jenis pompa lainnya. Tipe CVL3-15 merupakan tipe yang lebih besar dari tipe-tipe sebelumnya, seperti tipe CVL2-7, 2-11, 2-15 dan 2-22. Secara keseluruhan, perbedaan yang paling signifikan pada masing tipe adalah terletak pada daya dorong yang ada pada spesifikasi pompa.

Daya dorong ini yang berperan pada kemampuan pompa yang sering kita kenal dengan istilah booster atau pendorong. Booster pump, atau pompa booster, biasanya merupakan komponen yang memainkan  peranan penting pada beberapa sistem pemurnian air. Pemurnian air dengan teknik ini umumnya menggunakan komponen yang bekerja dengan tekanan tertentu, yang berada pada tekanan tinggi.

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15

Pompa Sentrifugal Multistage CVL3-15 mampu menghasilkan daya dorong hingga angka 83 meter, tentunya dengan kapasitas daya hisap yang nantinya menyesuaikan dengan daya dorongnya. Penggunaan jenis pompa multistage ini untuk mendapatkan daya dorong yang lebih baik sehingga arus air dapat terjaga dan debit air juga tetap terjaga. Sistem pada pengolahan air tertentu umumnya memerlukan peran dari pompa ini karena tekanan tinggi yang mampu tercapai dengan pompa ini.

Model pompa sentrifugal multistage seperti ini memang lebih terfokus pada tekanan yang ingin tercapai, untuk menjalankan sistem yang membutuhkan tekanan tertinggi. Sebagai contoh saja, mesin RO membutuhkan tekanan tinggi terutama yang masuk ke dalam membran, untuk menghasilkan sistem osmosis terbalik. Sistem ini nantinya akan menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang mendekati air murni bahkan dari jenis air tawar dengan kondisi air sumur.

Jika menggunakan sistem pengolahan air berupa mesin RO, maka pompa ini akan berfungsi sebagai pompa booster RO yang mana akan menghasilkan tekanan air sekitar 10-15 bar. Tekanan itu merupakan tekanan operasional dari produsen membran, terutama membran dengan karakteristik high pressure. Membran dengan karakteristik high pressure umumnya memiliki hasil pengolahan dengan tingkat kemurnian yang lebih baik dari pada membran low pressure.

Translate »
error: Content is protected !!