Mitra Water

Solusi Kebutuhan dan Perawatan Air Anda

Desalinasi Solusi Air Alternatif

desalinasi solusi air alternatif

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Estimasi beberapa pihak pada tahun 2030, separuh dari seluruh populasi bumi akan mengalami masalah air.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Masalah air mencakup segala situasi di mana permintaan air jauh melebihi dari pada jumlah sumber air yang ada. Penurunan atau terbatasnya jumlah sumber air dapat terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah aktivitas manusia.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Aktivitas manusia menjadi semakin kompleks dengan semakin berkembangnya peradaban dan gaya hidup manusia. Keberadaan air ternyata juga berbeda dari waktu ke waktu dan lebih mengarah pada perubahan yang regresif. Meski dahulu pengolahan air juga tidak serumit sekarang, nyatanya sumber air bersih dahulu juga masih lebih banyak tersedia.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Meski lebih banyak, nyatanya memang air bersih siap pakai tidak tersedia dalam jumlah banyak sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan. Pada data yang ada, dikatakan bahwa jumlah air bersih siap pakai hanya sekitar 0.3% dari keseluruhan air tawar yang ada. Sementara jumlah air tawar sendiri, hanya sekitar 3% dari total keseluruhan air di muka bumi.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Dengan jumlah yang demikian sedikit, dan pertambahan populasi manusia yang senantiasa berkembang, menjadikan pengolahan air selalu mendapat tantangan. Tantangan paling utama ialah masalah energi dan masalah biaya. Sisi yang menjadi pertimbangan berikutnya adalah masalah lingkungan dan juga masalah sosialisasi teknologi.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Meski demikian, bukan berarti dengan adanya tantangan tersebut, tidak berarti pihak terkait berhenti melakukan terobosan. Untuk masalah air, solusi alternatif yang paling memungkinkan untuk bisa terwujud adalah dengan desalinasi. Apa itu desalinasi? Dan mengapa desalinasi dapat menjadi solusi air alternatif?

Apa Itu Proses Desalinasi? 

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Desalinasi, merupakan proses untuk mengurangi kadar salinitas pada air yang berasal dari adanya kandungan garam. Seperti yang kita ketahui, bahwa garam, merupakan senyawa yang mudah terlarut dalam air dalam berbagai bentuk. Yang paling sering kita kenal adalah garam natrium, yang mudah kita temukan hampir pada setiap masakan.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Kandungan garam ini tentu masih bervariasi kadarnya dan konsentrasi pada sumber air, dan yang paling banyak berada pada air laut. Air laut memiliki kadar garam yang tinggi berada pada angka di atas 10.000 ppm. Namun, fakta menariknya, hampir keseluruhan air di bumi nyatanya berupa air laut, dan tentu ini menjadi perhatian khusus.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Seperti layaknya beberapa negara yang memiliki sumber daya alam yang kaya namun tidak mampu mengolah, inilah kondisi kita dengan air laut. Jumlah air laut begitu besar, namun sedikit dari kita yang bisa mengolah air yang banyak tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mengapa tidak banyak yang bisa mengolah air laut menjadi air tawar padahal ada kebutuhan mendesak akan air bersih? Berikut beberapa alasannya

Membutuhkan Modal dan Biaya Operasional Besar

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Mengingat yang akan kita olah menjadi air tawar adalah air laut dengan kandungan garam atau salinitas besar, tentu ini bukan hal mudah. Kompleksitas ini nyatanya harus terbayar mahal dalam modal yang harus kita keluarkan dalam jumlah yang besar. Jumlah yang besar ini berasal dari komponen dan juga sistem yang berada pada sistem terkait beserta material yang bisa bertahan dengan kondisi air bersalinitas tinggi.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Air dengan salinitas tinggi berbeda dengan air payau atau air tawar, air ini tentu memiliki sifat korosif sehingga tidak bisa menggunakan logam pada umumnya. Secara umum, logam jauh lebih kuat dan memiliki jangka waktu penggunaan yang lama jika kita bandingkan dengan material lain. Sehingga, pada penggunaan desalinasi, yang kita butuhkan adalah bahan yang kuat dan tahan korosi dari paparan air dengan salinitas tinggi.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Tidak hanya itu, bergantung dari teknik yang akan kita gunakan untuk proses desalinasi, faktor ketahanan bahan akan suhu dan tekanan juga penting. Pada teknik MED misalnya, komponen harus tahan terhadap suhu operasional yang tinggi. Sementara pada teknik RO komponen wajib memiliki ketahanan pada tekanan operasional yang jauh lebih tinggi dari sistem untuk air baku selain air laut.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Gabungan dari beberapa sisi inilah yang menjadikan, modal awal untuk pengadaan sistem desalinasi begitu besar. Sehingga yang sering kita jumpai, penggunaan desalinasi benar-benar menjadi pilihan untuk kondisi-kondisi yang sesuai. Dan secara umum, untuk saat ini masih berada pada level, penggunaan industri vital seperti pembangkit listrik.

Isu Dampak Lingkungan

Desalinasi Solusi Air Alternatif – ‘Dumping’ adalah cara yang paling mudah dan banyak menjadi pilihan bagi di hampir semua kegiatan dan aktivitas industri. Salah satunya adalah limbah sisa pengolahan dari proses desalinasi, yang secara sederhana dapat kita bayangkan betapa tingginya konsentrasi garam di dalamnya. Konsentrasi garam yang tinggi tersebut pada beberapa kondisi dapat berdampak pada kehidupan laut, sebut saja laut mati.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Laut mati atau ‘dead sea’ merupakan laut dengan kadar garam paling tinggi di dunia sehingga tidak ada makhluk hidup di dalamnya karena penurunan oksigen. Ikan air laut tidak dapat bertahan dalam kondisi tingginya kadar garam di laut mati. Beberapa pihak menyamakan kondisi tersebut dengan aktivitas pembuangan limbah konsentrat desalinasi ke air laut beserta dampaknya.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Namun, kekhawatiran ini belum terbukti secara meyakinkan hingga desalinasi tidak menjadi pilihan. Pasalnya, jumlah air laut yang begitu besar dan senantiasa berubah dan melalui siklus pengolahan air secara alami yang panjang, akan meredakan itu semua. Hampir seluruh air di bumi adalah air laut, dan hampir sebagian besar wilayah di bumi adalah air laut, lantas apakah bisa limbah produksi mengacaukan konsentrasi garam di air laut?

Keberadaan Sumber Air

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Meskipun desalinasi adalah solusi alternatif, tapi tentu bagi beberapa negara yang berada jauh dari garis pantai, tidak menggunakan metode ini. Meski tidak menggunakan metode ini, bukan berarti negara-negara tersebut tidak bisa ambil bagian dari negara-negara di bibir pantai. Artinya, poin kerja sama dan perjanjian yang saling menguntungkan kedua belah pihak bermain di sini.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Seperti kita ketahui, kondisi iklim yang semakin berubah, membuat banyak hal yang ikut mengalami perubahan. Termasuk masalah vegetasi dan juga keanekaragaman hayati juga semakin lama juga semakin menurun. Perubahan ini juga dapat berdampak pada nilai jual dari penawaran setiap negara untuk mewujudkan rencana besar desalinasi.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Namun, apakah setiap negara punya nilai jual yang bisa ditawarkan tersebut? Coba bayangkan skenario terburuknya. Kondisi iklim berubah, mengakibatkan keanekaragaman hayati berubah, suhu, kelembapan semua berubah. Yang dahulu menjadi permata dari sebuah daerah sekarang hilang tak berbekas.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Lantas, ketika ada tawaran untuk mengaplikasikan sistem baru bernama desalinasi, maka apa yang dapat dilakukan pihak yang sudah tak memiliki permata-permata itu?

Keterbatasan Teknologi dan Kendala Edukasi

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Seketika semua menjadi sangat kompleks dan menjadi paradox yang tidak berujung. Untuk menyelesaikan masalah air kita butuh teknologi, untuk mendapat teknologi kita butuh pendidikan. Untuk pendidikan kita butuh biaya, dan untuk biaya kita butuh barang yang bernilai, dan untuk barang bernilai salah satunya kita butuh air.

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Hal semacam ini, juga terdapat pada permasalahan lainnya, dan sadar atau tidak, meski tidak langsung, masalah teknologi berkaitan dengan masalah sosial. Bagaimana jika semua pihak menenggelamkan kepentingan pribadinya? Maka rantai tersebut akan terputus, tapi akan ada yang kita jadikan korban, dan kembali lagi, korban ini akan tetap menjadi korban di dunia.

Permasalahannya adalah, siapa yang benar-benar mau mengambil keputusan tersebut?

Perang Kepentingan

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Terkait dengan pembahasan sebelumnya, semua pihak tidak mau menjadi korban dan semua pihak ingin menjadi pahlawan. Untuk bisa menjadi pahlawan, maka lingkungan harus mendukung seseorang dianggap sebagai pahlawan. Jika masalah tidak ada, masalah akan dibuat, dan jika masalah sudah ada, hanya masalah yang paling efisien yang akan diselesaikan.

Dan pada beberapa negara beriklim tropis untuk saat ini, ketersediaan air bersih, bukan perhatian utama. Mereka melihat air berjatuhan selama musim hujan dengan sendirinya, lantas mengapa perlu memedulikan pengolahan? Air didapat secara gratis, siap pakai dan dalam jumlah besar, lantas mengapa harus menggunakan teknologi yang mahal dan rumit.

Argumentasi ini seakan terbalik 180 derajat dengan mereka yang berada di iklim gurun dan iklim kering lainnya. Sepertinya kesadaran akan menjaga keseimbangan kebutuhan dan nilai barang belum menjadi perhatian di sebagian negara. Kembali lagi paradoks demi paradoks akan semakin banyak bermunculan ketika membahas masalah ini.

Untuk menumbuhkan perhatian terhadap kebutuhan air di masa mendatang, perlu pendidikan, pendidikan memerlukan biaya, biaya pendidikan dapat teratasi dengan pendapatan. Pendapatan bisa berasal dari banyak jenis perdagangan, salah satunya produk, produk yang baik memiliki kualitas yang baik, berasal dari bahan baku yang baik. Salah satu faktor yang menjadikan bahan baku dapat terolah dengan baik, peran air dengan kualitas yang sesuai menjadi penting. Untuk mendapat air dengan kualitas yang baik perlu investasi dengan jumlah yang tidak sedikit, untuk berinvestasi pemangku kepentingan harus memahami pentingnya air, untuk mengetahui pentingnya air perlu pendidikan dan seterusnya.

Sehingga jika salah satu jawaban dari pertanyaan tersebut tidak terjawab, maka tujuan akhir dari pertanyaan semula tidak mampu terwujud.

Mengapa Desalinasi Menjadi Solusi Alternatif?

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Meski dengan beberapa tantangan yang ada bukan berarti desalinasi tidak menjadi pilihan, melainkan hal ini haru segera masuk ke daftar tunggu pertimbangan. Sebab, keberadaan sumber air yang senantiasa makin terkikis menjadikan tidak ada jalan keluar lain selain segera bertindak. Selagi masih ada waktu dan modal yang cukup untuk memulai pengolahan air lebih baik, hendaknya proyek desalinasi segera digalakkan.

Meski dengan demikian kita tetap harus mempersiapkan segala langkah dan konsekuensi dari penerapan metode ini. Seperti yang telah kit bahas sebelumnya desalinasi memiliki potensi menyubang masalah lingkungan. Namun hal itu hanya akan terjadi jika langkah mitigasinya tidak dipersiapkan dengan matang.

Persiapan mitigasi yang matang terkait limbah dan juga melambungnya harga-harga produk yang bergantung pada air, nantinya tidak dapat dihindari. Namun, hal ini bukan menjadi masalah manakala setidaknya kita sudah menemukan sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan. Sebut saja, energi yang sekarang masih dalam tahap pengembangan yaitu bahan bakar berbasis hidrogen.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, penemuan sumber energi terbarukan menjadi nyata dan bisa menggantikan energi fosil. Dengan demikian, hanya tinggal menunggu waktu hingga teknologi menjadi generik dan menjadi konsumsi semua orang. Dan pada saat itu, instrumen pengolahan air laut sudah jauh tersedia karena investasi jangka panjang yang telah dilakukan.

Pertaruhan akan bagaimana kondisi dunia ke depan memang menjadi hal yang sangat beresiko. Setidaknya, resiko tersebut masih dapat kita kurangi dengan adanya persediaan air yang hanya berhadapan dengan ego yang perlu kita kesampingkan. Untuk lebih jelasnya terkait mengapa kita perlu bergerak cepat, berikut pembahasannya

Proyeksi Sumber Air Di Bumi

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Bumi terdiri dari daratan dan lautan sekitar 71% dari total luas permukaan bumi yang mana itu merupakan angka yang besar. Namun, perlu kita tegaskan, bahwa 71% itu berupa lautan yang artinya memiliki karakteristik air laut, asin. Sehingga jika kita berbicara berapa air tawarnya? Maka jawabannya hanya sekitar 3% dari total keseluruhan air yang ada di bumi.

Sedikitnya kita akan berhitung, dan berasumsi bahwa kondisi air tawar yang ada sekarang tidak berubah. Kita memiliki cadangan sumber air tawar yang siap kita gunakan sekarang adalah 10,395 juta kilometer kubik air. Angka ini adalah angka estimasi yang berasal dari 30% dari total keseluruhan air tawar yang ada di bumi.

Mengapa hanya 30%? Karena sebagian besar sisanya berada pada gletser dan es yang ada di kutub. Angka 30% ini juga merupakan angka yang masih tersebar di danau, sungai, air tanah dan sumber air tawar lain. Bahkan, secara kasar, sejatinya jumlah air bersih siap pakai hanya sebanyak 0,3% dari keseluruhan air tawar dari jumlah 30% tadi.

Persentase mungkin belum begitu nampak pada benak kita, seperti apa kekurangan airnya, dan apakah benar jumlahnya kurang? Benar, jumlahnya kurang jika kita berbicara untuk kebutuhan dalam jangka panjang entah itu 15 atau bahkan 30 tahun ke depan. Karena pada tahun 2030 saja, jika kita tidak bergerak, maka kelangkaan air sudah mulai terasa, dan hampir separuh dari kebutuhan air akan terancam.

Proyeksi Kebutuhan Air Di Bumi

Desalinasi Solusi Air Alternatif – Kebutuhan akan air berkaitan dengan dinamika demografis di dunia, salah satunya adalah pertambahan jumlah penduduk. Jumlah penduduk di bumi diperkirakan setidaknya akan bertambah sebanyak 0,9% setiap tahunnya. Untuk tahun 2022 proyeksi memprediksi bahwa populasi manusia akan bertambah menjadi 8 Milyar orang.

Pada data kebutuhan air untuk keseluruhan penggunaan secara merata, pada tahun 2022, estimasi penggunaan air setiap orang kurang lebih adalah 575 liter. Perkiraan ini mencakup kebutuhan secara umum, dan juga air yang berada pada produk yang menjadi konsumsi setiap orang yang ada pada berbagai produk. Dengan estimasi pada tahun 2050 ada model perkiraan yang menyatakan bahwa konsumsi air akan meningkat hingga 55% dari angka awal, artinya setiap hari 1 orang membutuhkan 1 kubik air.

Jika mengacu pada permodelan tersebut, maka, pada tahun 2027 saja, penggunaan air populasi manusia di bumi sudah mencapai angka 9,012 juta kilometer kubik air. Hal itu hanya menyisakan 1,382 juta kilometer kubik air untuk konsumsi tahun berikutnya di 2028. Padahal pada tahun 2028 kebutuhan air meningkat dan membutuhkan kurang lebih 1,970 juta kilometer kubik air.

Dari proyeksi ini saja tentu kita sudah mengalami defisit air bersih dan tentu, ada sebagian dari populasi dunia yang dilanda kelangkaan air. Jika proyeksi ini dilanjutkan, tanpa ada penanganan, maka pada tahun 2030, 45% dari keseluruhan penduduk bumi akan mengalami kelangkaan air. Lebih tepatnya jika pendistribusian air bersih kita anggap merata maka selama tahun 2028 hingga 2030, akan ada 3,8 milyar orang mengalami kelangkaan air.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *