Mitra Water

Solusi Kebutuhan dan Perawatan Air Anda

Pengolahan Air Udang Vaname

Pengolahan Air Udang Vaname, Pertimbangan dan Kebutuhan

Pengolahan air udang vaname akan menjadi permasalahan utama pada industri tambak udang vaname yang terbilang lebih unggul. Masalah pengolahan air menjadi penting tidak lain karena air merupakan habitat dari udang yang termasuk hewan air. Udang sendiri memiliki banyak jenis, dan salah satunya adalah udang vaname yang juga terkenal dengan nama pacific white shrimp.

Sejatinya, udang ini berasal dari alam liar yang mana habitat aslinya adalah lautan lepas yang memiliki kadar salinitas tinggi. Udang yang kita kenal termasuk dalam golongan sumber daya pangan yang berasal dari laut dan juga tambak. Sehingga, beberapa industri mulai menggeluti peternakan udang vaname untuk berkontribusi dalam bidang ketahanan pangan dan sektor perikanan.

Pada budidaya udang menggunakan sistem tambak ini yang nantinya akan menimbulkan beberapa temuan dan permasalahan. Hal ini merupakan tantangan yang akan timbul karena umumnya pada sistem tambak air tidak terolah secara alami. Sistem tambak, atau kolam buatan, berbeda dengan habitat asli udang sehingga perlu ada manipulasi.

Pertimbangan Air Baku untuk tambak udang vaname

Pengolahan Air Udang Vaname-Berbicara mengenai pengolahan air secara umum, pertimbangan yang pertama kali harus kita pikirkan adalah perihal air baku. Tidak hanya pada masalah budidaya udang vaname saja, pertimbangan mengenai air baku ini menjadi fokus utama di hampir semua sektor. Ada pun sektor perikanan dengan sistem tambak tentunya lebih penting lagi karena air menjadi jantung kelanjutan hidup sektor tersebut.

Air baku umumnya terbagi menjadi tiga jenis sesuai dengan karakter air yang ada di alam yaitu, tawar, payau dan asin. Pertama, air tawar merupakan air yang biasa kita dapatkan dari sumber–sumber mata air yang umumnya berasal dari penyimpanan air hujan. Air payau adalah air yang memiliki karakteristik air asin namun masih dalam kadar yang rendah dan menjadi habitat sebagian biota laut. pengolahan air udang vaname

Selanjutnya adalah air asin, merupakan jenis air yang menjadi fokus pada industri budidaya udang vaname yang merupakan biota laut. Udang vaname memiliki kebutuhan untuk hidup di kondisi air dengan salinitas tinggi sehingga termasuk dalam air laut. Untuk kondisi di alam liar, udang vaname dapat berkembang secara optimal pada kondisi air dengan salinitas 0.5-40 ppt.

Berbeda dengan budidaya, khususnya dengan sistem buatan, toleransi udang vaname terhadap salinitas cukup variatif. Hal ini merupakan efek dari pemisahan tahapan budidaya yang terbagi sesuai dengan perkembangan udang (ukuran). Lebih mudahnya, umumnya udang dibagi menjadi telur, larva, anakan, dewasa dan indukan.

Kondisi Air menurut tahap perkembangan udang vaname

Seperti yang telah kita singgung pada pembahasan sebelumnya, budidaya udang vaname dengan sistem buatan terbagi menjadi beberapa tahap. Pembagian ini penting karena toleransi masing-masing tahap pertumbuhan udang tidak sama. Sehingga, jika hal ini tidak menjadi pertimbangan, maka akan berakibat pada kerugian.

Berikut adalah beberapa senyawa dalam air yang berpengaruh pada udang vaname:

  • Unionised Ammonia, atau Ammonia yang tidak terionisasi (NH3)
  • Cadmium atau Kadmium
  • Karbon Dioksida
  • Chlorine
  • Chromium
  • Copper
  • Kadar Oksigen Terlarut (DO)
  • Kesadahan (Hardness) dari Kalsium Karbonat
  • Hydrogen Sulfide
  • Timbal
  • Mercury
  • Nitrite
  • Zinc

Selain dari deretan senyawa di atas berikut juga beberapa kondisi lain yang mempengaruhi udang vaname seperti:

  • Suhu
  • pH
  • Arus
  • Kekeruhan
  • Suhu tempat bertelur
  • Salinitas
  • Penerangan

Dari deretan faktor di atas yang dapat mempengaruhi perkembangan udang vaname, berikut adalah penjelasan pada setiap jenjangnya.

Toleransi Kondisi Air untuk Tahap Telur Udang Vaname

Pengolahan air udang vaname- Pada tahap ini, atau tahap telur, hal yang perlu kita perhatikan adalah kadar NH3, Cadmium, Chromium, Tembaga, H2S, Timbal, Merkuri, Nitrit dan Zinc. Ada sembilan senyawa yang memiliki batas kadar maksimum yang harus senantiasa terjaga agar tidak lebih. Begitu juga ada kadar minimum yang harus kita jaga sehingga tidak kurang.

Selain dari kandungan senyawa yang mayoritas berasal dari logam dan mineral alami, kondisi lain seperti suhu, pH, salinitas, dan DO juga berpengaruh. Untuk telur, kondisi suhu optimum adalah 28-30 derajat Celsius. Sementara pH pada angka 8.0-8.2, salinitas 27-30 ppt (part per thousand) dan DO pada angka 4.5-6.0 mg/l.

Adapun untuk kadar optimal NH3 kurang dari 0.4 mg/l, nitrit kurang dari 4.5 mg/l, H2S kurang dari 0.01 mg/l, tiga senyawa ini memiliki kadar optimal dan berbahaya bagi udang. Adapun sisanya, data menunjukkan bahwa kondisi optimal dan berbahaya mengacu pada angka dan toleransi yang sama. Seperti pada Cadmium <0.01 mg/l, Chromium <0.10 mg/l, Tembaga <0.025 mg/l, timbal <0.10 mg/l, merkuri <0.0001 mg/l, dan zinc 0.10 mg/l.

Toleransi Kondisi Air untuk Tahap Larva Udang Vaname

Pengolahan air udang vaname– Setelah mengetahui bagaimana kondisi air yang ideal untuk tahap telur udang vaname, berikutnya adalah tahap larva. Dalam tahap ini, yang perlu kita awasi adalah beberapa hal sebagai berikut:

  • NH3 lebih dari 0.4 mg/l
  • Chlorine lebih dari 0.9 mg/l
  • H2S lebih dari 0.01 mg/l
  • Nitrite lebih dari 4.5 mg/l

Sedangkan sisanya seperti kandungan Cadmium, Chromium, Tembaga, Timbal, Merkuri dan Zinc memiliki kondisi sama dengan tahap telur. Adapun kondisi lainnya yang berpengaruh selain dari kandungan zat kimia seperti suhu, pH, salinitas dan DO memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Pada poin seperti DO, salinitas dan pH angka ideal sama dengan tahap telur, sementara perbedaan terdapat pada suhu yang memiliki toleransi lebih tinggi di 27-31 derajat Celsius.

Toleransi Kondisi Air Untuk Tahap Anakan Udang Vaname

Pengolahan air udang vaname– Pada tahap anakan (fry) udang vaname, toleransi terhadap faktor di atas cenderung masih sama secara umum. Ada beberapa toleransi yang berbeda pada beberapa zat seperti karbon dioksida dan klorin. Kadar karbon dioksida ideal adalah kurang dari 60 mg/l, untuk klorin pada angka kurang dari 1,7 mg/l.

Kemudian untuk faktor lain seperti DO, salinitas, pH, suhu, masih cenderung sama meski memiliki perbedaan pada beberapa faktor. Kadar toleransi salinitas untuk tahap anakan ini lebih besar lingkupnya yang bisa bertahan mulai 10-40 ppt. Dengan demikian, angka salinitas 40 ppt adalah angka maksimal yang senantiasa harus dalam pengawasan agar tidak melebihi angka tersebut. pengolahan air udang vaname

Toleransi Kondisi Air untuk Tahap Dewasa Udang Vaname

Pengolahan air udang vaname– Untuk ukuran dewasa yang ada pada budidaya atau kolam tambak, toleransi terhadap kandungan dalam air masih cenderung sama. Kondisi yang paling tampak toleransi yang semakin baik karena ukuran yang sudah mulai matang ada beberapa hal. Hal itu adalah tingkat kekeruhan, DO (oksigen terlarut), klorin dan pH air.

Namun perlu untuk kita perhatikan juga, toleransi terhadap kadar salinitas yang mulai melebar ternyata menimbulkan kebutuhan lain. Jika sebelumnya, saat masih dalam tahap telur hingga anakan, udang-udang cenderung berada pada perairan dengan salinitas tinggi, untuk ukuran dewasa mereka cenderung berada di habitat dengan suhu air stabil dan hangat.

Toleransi Kondisi Air Untuk Tahap Indukan Udang Vaname

Pengolahan air udang vaname– Pada tahap ini, poin yang paling membedakan adalah suhu tempat bertelur yang berada pada suhu antara 28-30 derajat Celsius. Selanjutnya ada penerangan dari kolam tambak yang harus terjaga pada angka maksimal 2500 lux dan berbahaya pada angka 12000 lux.

Kesimpulan secara menyeluruh, bahwa jika budidaya menggunakan kolam tambak, maka bisa kita simpulkan bahwa:

  • Untuk budidaya tahap telur hingga indukan, semuanya membutuhkan kadar oksigen yang stabil di angka 4.5 sampai 6.0 mg/l
  • Untuk zat-zat yang terkandung pada air harus menyesuaikan toleransi sesuai dengan tahapan pertumbuhan udang vaname
  • Perkembangan udang vaname ke tahap indukan, lebih membutuhkan suhu air yang hangat dari pada tahap-tahap sebelumnya

Catatan Penting terkait pengaruh Pada Kondisi Air

Pengolahan air udang vaname– Masih berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, ketidaksesuaian kadar faktor-faktor tertentu memiliki beberapa catatan penting. Hal ini yang perlu menjadi pertimbangan karena tentunya tidak semua data yang ada perlu untuk kita lakukan pengolahan. Dan dari catatan tersebut kita dapat menentukan langkah selanjutnya dalam menentukan metode pengolahan air yang tepat.

Kadar Ammonia (NH3)

Pengolahan air udang vaname– Sebelumnya sudah kita bahas, bahwa salah satu kadar yang harus terjaga adalah kadar Ammonia yang tidak terionasi (NH3). Kadar nyatanya, meski memiliki nilai maksimal tidak boleh lebih dari 0.4 mg/l, yang lebih berbahaya adalah perubahan secara drastis. pengolahan air udang vaname

Apa maksud perubahan secara drastis? pengolahan air udang vaname

Maksudnya adalah, udang vaname lebih rentan terhadap perubahan jumlah NH3 pada air yang signifikan dari pada kuantitas NH3 dalam air. Sehingga, jika sebelumnya kadar NH3 pada air berada pada angka kurang dari 0.4 mg/l, misalkan 0.2 mg/l. Misalkan 0.2 mg/l secara signifikan dalam waktu singkat berubah menjadi 0.4 mg/l ini lebih berbahaya.

Namun, kondisi ini akan minim terjadi jika posisi fasilitas budidaya berada di outdoor yang memungkinkan ammonia untuk bereaksi. Dengan pengolahan air yang tepat kadar ammonia dapat terjaga, terutama pada sistem budidaya kolam udang vaname.

Kadar Klorin

Pengolahan air udang vaname- Klorin umumnya berguna untuk menjalankan peran desinfektan pada fasilitas kolam tambak udang. Kondisi penggunaan bahan kimia ini perlu menjadi pertimbangan karena dapat berbahaya bagi larva dan juga biota laut lain. Dalam pengolahan air untuk udang vaname, klorin terkadang menjadi pilihan untuk pengolahan secara kimiawi. pengolahan air udang vaname

Kadar Konduktivitas (conductivity)

Pengolahan air udang vaname– Nilai toleransi maksimum berada pada angka 50.000 µmhos/cm di alam liar dan paling tinggi pada angka 2000 µmhos/cm pada kolam budidaya. Angka konduktivitas minimal yang optimum adalah 500 µmhos/cm.

Kandungan Hydrogen Sulfide (H2S)

Pengolahan air udang vaname– Kandungan ini menjadi masalah ketika sistem budidaya berada pada kolam ekstensif dan semi-intensif. Kolam ekstensif sering lebih kita kenal dengan kolam tradisional yang umumnya menggunakan tanah saja (alami). Sementara kolam semi-intensif adalah jenis kolam yang memiliki dinding tembok dan memiliki dasaran tanah seperti pada kolam ekstensif. pengolahan air udang vaname

Interaksi air dan tanah secara langsung dalam model ekosistem tertutup ini yang menjadikan kandungan ini dapat berubah. Hal ini berkaitan dengan kondisi dari perubahan tanah itu sendiri yang terpengaruh oleh banyak faktor. pengolahan air udang vaname

Kandungan Nitrit

Pengolahan air udang vaname– Dalam sistem budidaya yang menggunakan sistem resirkulasi, umumnya sering terdapat masalah pada kandungan nitrit. Namun, masalah ini jarang ada laporan dari sistem kolam biasa, hal ini umumnya karena kotoran mengendap di dasar. Meski pada sistem resirkulasi kandungan ini dapat menimbulkan masalah namun, beberapa metode untuk mengatasi masalah ini sudah banyak terdapat di lapangan.

Pengolahan air untuk mengurangi konsentrasi nitrit ini biasanya menggunakan bahan kimia, pada kasus udang vaname. Hal ini untuk senantiasa bisa menjaga kadar konsentrasi nitrit pada cakupan angka tertentu. pengolahan air udang vaname

Pengolahan Air Udang Vaname, Implementasi Metode

Pengolahan air udang vaname– Dari pembahasan di atas, ada beberapa kandungan dalam air dan faktor eksternal yang menjadi pertimbangan utama. Dengan adanya informasi tersebut maka teknik dan metode yang kita gunakan dalam pengolahan air udang vaname harus tepat guna. Hal ini nantinya berkaitan dengan pertumbuhan udang pada sistem budidaya tersebut.

Penggunaan air yang berasal dari alam, memiliki kelebihan dan juga kekurangan, yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkannya. Sumber daya alam yang melimpah berupa air laut merupakan dukungan dari alam untuk budidaya udang vaname. Namun, ketika budidaya menggunakan lokasi tertutup, maka umumnya beberapa masalah timbul.

Masalah ini umumnya terjadi karena kontaminasi dari luar pada air hasi pengolahan di kolam udang vaname. Bisa juga kontaminasi terjadi karena pengolahan yang kurang matang sehingga menyisakan, kontaminan yang berbahaya bagi sistem budidaya. Dengan demikian maka metode yang mampu mencegah adanya kontaminasi baik masuk dan berkembang.

Pengolahan Air Secara Fisik

Meskipun di dalam air terdapat beberapa kandungan yang hanya akan hilang jika ada reaksi kimia, pengolahan fisik tetap penting. Pengolahan air secara fisik untuk udang vaname ini umumnya berfungsi sebagai pengolahan utama sebelum melalui pengolahan lanjutan. Untuk tahap lanjutan nanti ada pengolahan fisik lanjutan dan ada reaksi kimiawi dari adanya molekul yang ada. pengolahan air udang vaname

Pengolahan Air Secara Kimiawi

Proses kimiawi ini umumnya berfokus pada sistem sterilisasi yang melibatkan dua proses, baik fisik maupun kimiawi. Dengan adanya proses kimiawi tersebut nantinya beberapa residu yang belum teratasi dengan pengolahan fisik akan teratasi. Demikian itu yang akan menjamin pengolahan air untuk udang vaname yang optimal terjaga dari kontaminan.

Sistem Ultrafiltrasi (UF)

Pengolahan air udang vaname– Pengolahan air secara sederhana menggunakan beberapa tahapan filtrasi dan juga aplikasi bahan kimia sudah sering kita jumpai. Namun, beberapa kendala di lapangan terutama, terkait efisiensi dan peningkatan kualitas produksi mulai menjadi isu utama. Belum cukup itu, kondisi kontaminasi yang bisa terjadi, juga menjadi tambahan masalah yang akan ada. pengolahan air udang vaname

Untuk mempermudah sistem pengolahan air dengan mendapatkan hasil yang lebih progresif untuk budidaya udang vaname, beberapa fasilitas menggunakan sistem Ultrafiltasi.

Apa itu Ultrafiltrasi? pengolahan air udang vaname

Ultrafiltrasi adalah sistem filtrasi lanjutan menggunakan media membran sebagai media utama dan bekerja pada tekanan rendah. Membran ultrafiltrasi memiliki diameter pori yang dapat menahan ukuran dari mikroorganisme. Sehingga dengan sistem ini, kontaminasi mikroorganisme berbahaya dapat teratasi. pengolahan air udang vaname

Ukuran pori dari membran ultrafiltrasi memiliki variasi di pasaran, beberapa ada yang berukuran 0.04 mikron, 0.02 mikron hingga yang paling rapat 0.01 mikron. Ukuran ini tentu lebih kecil dari ukuran mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Selain itu, dengan menggunakan sistem ultrafiltrasi, kekeruhan pada air juga akan berkurang, sehingga menghasilkan air yang jernih.

Pengolahan Air Udang Vaname, Tantangan dan kendala

Pengolahan air udang vaname– Berbicara mengenai tantangan, pastinya kita akan beradapan dengan dua hal yaitu penyakit dan hama. Bukan hanya pertanian saja, nyatanya pada udang vaname, juga terdapat hama yang dapat mengganggu proses budi daya. Selain itu, penyakit juga menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi pada udang yang berakibat kematian massal. pengolahan air udang vaname

Secara teori, pengolahan air udang vaname yang menggunakan sistem filtrasi dalam kolam resirkulasi memiliki ketahanan lebih. Hal ini merupakan dukungan dari air pada kolam udang vaname yang telah melalui proses pengolahan air dengan filtrasi lanjutan, sehingga tidak menyisakan kemungkinan adanya mikroorganisme. Dengan demikian, udang dalam ekosistem tertutup tidak terjangkit penyakit akibat parasit, jamur, virus dan sebagainya.

Namun, yang kerap menjadi masalah adalah, bagaimana menjaga agar air yang memiliki kualitas baik, tetap menjadi baik hingga pada kolam udang?

Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi operator di lapangan, karena sterilisasi merupakan isu yang cukup rumit. Tingkat sterilisasi air hasil dari sistem ultrafiltrasi tidak perlu kita ragukan lagi, namun kontaminasi setelahnya, ini yang selalu menjadi tantangan. Apakah air akan senantiasa steril setelah keluar dari pengolahan air hingga sampai ke kolam udang vaname?

Pengolahan air udang vaname pengolahan air udang vaname pengolahan air udang vaname

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2022 Mitra Water

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
error: Content is protected !!